Sabtu, 09 Juli 2016

Bitumen VS Genteng Tanah Liat

Genteng merupakan salah satu bagian terpenting dari bangunan.  Di Indonesia genteng yang biasanya dipakai adalah genteng yang terbuat dari tanah liat. keberadaannya sudah sejak dulu, dan masih bertahan hingga saat ini. Walaupun sudah banyak diproduksi genteng dengan bahan lain, genteng tanah liat tetap tampil sebagai genteng yang sangat diminati oleh masyarakat. Hal ini sangat beralasan, karena genteng tanah liat memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan genteng dari bahan lain bahkan dengan bitumen sekalipun. 

Berbagai Jenis Genteng Tanah Liat
v  Genteng tanah liat tidak menimbulkan hawa panas meski matahari bersinar dengan terik. Hal ini membuat suasana didalam rumah tetap adem sehingga penghuni merasa lebih nyaman. Disisi lain, ketika malam hari saat suasana dingin, genteng tanah liat justru dapat memberikan kehangatan, karena panas pada siang hari yang diserap dan disimpan oleh genteng, akan dikeluarkan secara perlahan saat suasana dingin.
v  Genteng tanah liat memiliki usia pemakaian yang jauh lebih lama, sehingga dapat disimpulkan bahwa genteng ini sangat awet. Disamping itu, genteng ini tidak mudah lapuk, dirusak serangga ataupun terbakar.
v  Dari segi perawatan, genteng tanah liat tidak memerlukan perawatan yang berlebihan dan cenderung sangat mudah. Jika ada kotoran pada genteng, Anda dapat membersihkannya dengan sapu lidi. Apabila ada jamur, Anda dapat menggunakan bahan lapisan anti jamur khusus untuk genteng tanah liat yang sudah beredar dipasaran.

Genteng Tanah Liat yang Masih Sangat Diminati

Nah itu tadi adalah beberapa kelebihan dari genteng tanah liat.. 
Bagaimana dengan genteng yang terbuat dari aspal ??? Let’s we see yaa.. 

Genteng aspal atau yang sering disebut dengan Bitumen adalah genteng yang terbuat dari campuran aspal dan bahan kimia lainnya, seperti serat organik, bubuk kertas dan resin. Penggunaan aspal pada genteng ini bertujuan untuk menciptakan sistem waterproofing atau anti air. Adapun beberapa kelebihan lain dari bitumen ialah :

Ø  Memiliki sifat yang jauh lebih ringan dibandingkan dengan genteng tanah liat. Sehingga kerangka dan konstruksi pemasangannya dapat diminimalkan, ini tentu memengaruhi biaya.
Ø  Memiliki sifat yang tahan air, sehingga jika dipasangan pada atap rumah resiko terjadinya kebocoran dapat dikatakan tidak ada sama sekali.
Ø  Memiliki sifat yang lentur, sehingga bitumen dapat dengan mudah mengikuti lekuk bangunan dengan kemiringan yang bervariasi. Sangat cocok untuk rumah yang memiliki design unik dengan kemiringan atap mulai dari 22,50 hingga 900.
Ø   Bitumen memiliki sifat tahan api dan terpaan angin, serta memiliki tampilan hasil akhir yang minimalis dan menarik. 


                Nahh itu tadi adalah penjelasan singkat tentang perbedaan antara bitumen dan genteng tanah liat. Keduanya memiliki keunikan tersendiri yang bisa menjadi pertimbangan Anda dalam memilih genteng. Ingat, setiap genteng memiliki kelebihan dan keunggulannya masing-masing, Anda sebagai konsumen harus pintar-pintar menganalisanya agar sesuai dengan kondisi wilayah Anda, budget, serta design rumah Anda..
      Semoga bermanfaat ……