Kamis, 26 Februari 2015

Sekedar Tips Membuat Ruang Kerja Di Rumah

Pembahasan kita kali ini mengenai ruang kerja di dalam rumah. Bekerja tanpa haru mengalami penatnya jalanan dan pergi pagi pulang malan adalah impian dari para pekerja. Semua ini bisa direalisasikan dengan membuat tempat bekerja di rumah. Hal pertama untuk mendukung anda bekerja maksimal dirumah adalah dengan membuat desain ruang kerja secara tepat. Beberapaa hal yang harus diperhatikan saat membuat ruangan kerja sebagai berikut :


 1. Letak Ruang Kerja
Mungkin anda biasa mengerjakan pekerjaan di tempat tidur, ruangan keluarga atau bahkan ruangan makan. Bekerja pada ruangan tersebut akan menyulitkan anda dalam berkonsentrasi yang mengakibatkan pekerjaan tidak selesai sempurna.Maka, sebaiknya dibuatkan ruangan khusus untuk bekerja.

2. Peralatan Kerja
Peralatan kerja yang wajib ada adalah meja dan kursi. Namin, diperlukan beberapa benda penunjang kerja seperti komputer, telepon, buku-buku, rak buku, tempat penyimpanan filing dan dekorasi ruangan agar terlihat cantik dan nyaman dipandang. Ukuran peralatan kerja harus disesuaikan dengan ukuran ruangan. Jika ruangan relatif kecil, sesuaikan dengan ukuran meja dan kursi yang akan dipakai. Untuk memaksimalkan fungsi peralatan ruang kerja, maka dapat menggunakan furniture yang di desain sendiri daripada membeli furniture yang sudah jadi. Atau dengan cara lainya anda dapat menggunakan furniture multi fungsi seperti menggunakan kursi tunggu yang dapat digunakan sebagai penyimpanan. Selain menyesuaikan dengan ukuran, pemilihan peralatan harus sesuai dengan keselamatan dan kenyamanan si pengguna.


3. Sirkulasi
Ruangan kerja harus memilliki sirkulasi udara yang baik. Akan lebih baik bila ruangan anda memiliki ventilasi yang baik. Bila diperlukan dapat di pasang AC dan harus dipastikan kapasitas AC sesuai dengan ukuran ruangan. Sirkulasi udara sangat penting karena mempengaruhi kenyamanan anda saat bekerja.
Sirkulasi Jendela
4. Peletakan Peralatan Kerja
Posisi yang pas untuk meletakkan peralatan kerja sangat berpengaruh dalam menciptakan kenyamanan bekerja dan sirkulasi orang. Peletakan peralatan kerja harus direncanakan sebaik mungkin agar tidak mengganggu aktivitas atau sirkulasi orang. Dari segi kenyamanan juga wajib diperhatikan. Seperti dengan meletakkan komputer tidak membelakangin jendela karena akan menmbuat silau saat anda melihat layar komputer.

Dengan mendesain ruangan kerja secara tepat, bekerja di rumah akan terasa nyaman tanpa harus mengganggu anggota keluarga lain dan tanpa mengurangi konsentrasi kita untuk bekerja. Bahkan yang paling penting, hasil pekerjaan akan lebih baik karena anda dapat mengerjakannya denga rasa nyaman. Demikian sedikit pemaparan cara untuk menemukan kenyamanan dalam rumah saat mengerjakan pekerjaan kantor. Semoga bermanfaat...

Selasa, 24 Februari 2015

Ini keuntungan kalau memakai jasa kontraktor

Berikut kami akan memaparkan apa saja keuntungan yang bisa didapatkan kalau dalam membangun rumah Anda memakai jasa kontraktor. Menggunakan jasa kontraktor dalam mewujudkan rumah Anda akan sangat menguntungkan dan resiko kerugian bisa diminimalkan. Biaya tambahan yang dikeluarkan hanyalah imbal balik untuk jasa si kontraktor yang menggantikan Anda selama membangun.

Nah berikut kami berikan beberapa keuntungan yang didapat jika anda memakai jasa kontraktor :
1. Dengan adanya kontraktor dapat diketahui berapa anggaran biaya yang akan dikeluarkan. Jika Anda memutuskan mengurus sendiri maka Anda akan susah dalam menentukan jumlah biaya yang akan diperkirakan habis.
2. Bisa mendiskusikan desain dan denah yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran dana yang disiapkan. Hal ini akan memudahkan Anda dalam membangun rumah sesuai dengan budget dan kebutuhan Anda.
3. Pengawasan atas pekerjaan tersistem dan disiplin. Anda tidak akan direpotkan dengan pusing dalam mengatur tukang dan bahan.
4. Tidak perlu susah payah mencari bahan material. Biasanya hal ini yang dikeluhkan oleh owner setelah memutuskan mengurus sendiri. Tukang butuh bahan ini harus ada, itu harus ada dan sebagainya.
5. Tidak perlu susah payah mencari dan mengawasi tukang bangunan.
6. Tidak perlu memikirkan keamanan material karena risiko ditanggung kontraktor.
7. Tidak perlu memikirkan soal teknis kontruksi dan tahapan pengerjaan.
8. Jika hasil pekerjaan kurang baik bisa komplain tanpa ada biaya tambahan.
Narsis Dikit Gakpapa
Nah sekarang bandingkan jika Anda mengurus sendiri, betapa ribetnya jika Anda juga ada pekerjaan lain yang harus diurus. Tapi tenang, kami akan memberikan beberapa tips jika Anda memutuskan untuk mengurus sendiri bangunan Anda, tapi tunggu artikel selanjutnya ya, semoga bermanfaat.

Pertimbangkan hal ini sebelum membuat pagar rumah

Kali ini mari kita membahas tentang pagar rumah. Pagar rumah memiliki fungsi vital sebagai pengamanan bangunan rumah didalamnya. Walaupun fungsinya sebagai pengamanan, desain pagar tidak harus kaku tapi bisa disesuaikan agar sedap dipandang mata. Membuat desain pagar juga tidak sembarangan, Anda harus menyesuaikan dengan design rumah Anda. Kalau zaman dulu pagar rumah berfungsi sebagai perlindungan dari binatang buas atau orang jahat, seiring berkembangnya waktu kini pagar rumah juga dimaksudkan untuk menambah estetika dan keindahan rumah.

Nah sebelum Anda membuat pagar, sebaiknya pertimbangkan dulu beberapa hal berikut ini:

1. Material Pagar Rumah
Pemilihan material rumah merupakan salah satu element penting. Materialnya bisa berupa kayu, beton, logam, batu, ataupun tanaman. Untuk menentukan jenis bahan yang digunakan, perhatikan model rumah Anda dan buat agar serasi. Sebagai contoh ANTHARA Renovasi pernah mengambil kerjaan renovasi pagar seperti gambar. Melihat bentuk rumah didalamnya, kami memutuskan memakai material batu, kombinasi dari batu serai karangasem, susun sirih singaraja, camprot dan batu candi alur.
Serai Karangasem
2. Desain Pagar Rumah
Desain pagar rumah juga harus direncanakan sebelumnya, dan sebaiknya tidak menenggelamkan wajah rumah secara utuh. Intinya, selalu utamakan keserasian dan keharmonisan. Pagar berdesain garis lurus cocok untuk rumah bergaya minimalis. Sedangkan untuk rumah bergaya klasik, pilih desain yang berlekuk dan memberi kesan mewah pada rumah. Nah disini kami membuat desain lurus dan ada permainan pilar-pilar.
Awalnya seperti ini

Kami design seperti ini
3. Tinggi Rendah Pagar Rumah
Pertimbangan lingkungan di mana Anda tinggal. Jika salah satu tujuan Anda menggunakan pagar untuk keamanan, tinggi rendah pagar mesti diperhitungkan. Lingkungan yang aman, tinggi pagar rumah bisa secukupnya saja. Sedangkan jika Anda tinggal di lingkungan yang kurang aman, pagar rumah yang tinggi menjadi pilihan tepat bagi Anda. pada proyek kami ini tinggi pagar kami ubah dari 174 cm menjadi 194 cm.

4. Warna Pagar Rumah
Untuk warna pagar rumah, pilihlah cat pagar yang sesuai dengan warna rumah. Selain juga image yang ingin Anda tampilkan. Dan akan lebih baik lagi, jika warna pagar rumah sesuai atau senada dengan warna tembok depan dan keseluruhan wajah rumah. Dalam kasus kami, karena mengkombinasikan batu maka kami menggunakan warna hanya pada bagian camprot nya yakni memakai warna abu-abu.
Jadinya kayak villa setelah dimainkan dengan lampu
saya salah ambil angel ni wkwkwk
Nah segitu aja dulu tips dari kami, semoga bermanfaat dan tunggu tips dan info menarik seputar bangunan selanjutnya.

Senin, 23 Februari 2015

Perhatikan Hal Ini Sebelum Membeli Rumah Siap Huni

Berikut kami akan membahas tentang kiat-kiat yang perlu diperhatikan jika Anda membeli sebuah rumah yang sudah siap dihuni. Biasanya kita mencari informasi rumah yang dijual dengan media online (kalo saya seneng memakai OLX) trus dari koran harian, trus nanya-nanya dari temen broker. Nah disaat anda membaca brosur ataupun iklan koran, anda disuguhkan dengan yang baik-baik saja, mungkin tidak ada yang mengutarakan kekurangannya. Karena itulah, sangat penting bagi Anda untuk mempelajari bagaimana menilai sebuah rumah, apakah layak dengan harga yang ditawarkan atau tidak.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan menurut kami adalah: 
1. Sebaiknya belilah rumah saat musim hujan, kenapa? karena saat musim hujan datang semua masalah rumah sebagian akan muncul, mulai dari bocornya genteng, bocornya dak beton, trus rembesan air tanah yang membuat tembok mengelupas dan lain sebagainya.
2. Tanyakan apapun yang mengganjal di hati Anda agar tidak ada penyesalan dibelakang hari.
3. Perhatikan saluran safetytank nya pastikan penyedotannya gampang.
4. Perhatikan colokan listrik dan sebagainya dan pastikan berfungsi karena kalau ada yang salah selanjutnya akan membutuhkan biaya perbaikan lagi.
5. Perhatikan siku dari sudut bangunan.
6. Cermati kualitas strukturnya. Jangan sampai Anda membeli sesuatu yang jelek yang dibungkus rapi. 
7. Perhatikan bagus-tidaknya pasangan keramik, kerataan dinding, plafond dan sebagainya.
8. Tanyakan kelengkapan surat-surat tanah dan IMB bangunannya.

Perhatikanlah semua hal tersebut dan jadikan patokan dalam menyepakati harga rumah yang akan Anda beli. Demikian sedikit penjelasan dari kami, semoga bermanfaat. Kalau ada Tambahan silahkan berbagi, saya akan update lagi artikelnya.

Sabtu, 21 Februari 2015

Percantik Rumah dengan Atap Elegant

Kali ini kami akan membahas tentang pemilihan atap yang cocok untuk rumah anda. Genteng merupakan salah satu komponen penting untuk membangun rumah. Sebab tujuan didirikannya rumah adalah tempat untuk berlindung dari cuaca panas, dingin, maupun binatang buas, jika dibangun sebuah rumah tanpa genteng atau atap, bangunan itu belum bisa disebut rumah. Atap merupakan bagian dari mahkota hunian anda. Maka dari itu, pemilihan atap sangat mempengaruhi penampilan rumah anda. Mari kita simak beberapa jenis atap yang akan memperindah rumah anda.

1. Atap Genteng 
Atap genteng merupakan atap yang paling banyak dijumpai terutama pada perumahan lama. Saat ini atap genteng bisa dibuat dari berbagai macam bahan seperti tanah liat, beton, metal atau seng, serat fiber semen atau asbes, kaca.
Kelebihan     : Awet, bentuk dan warnanya bervariasi, perwatan lebih mudah
Kekurangan : Harganya mahal dan beberapa jenis yang memiliki bobot yang berat sehingga membutuhkan penyangga yang kuat .
Genteng dari tanah liat, genteng katagori ini terbuat dari tanah liat yang cetak. Kemudian dipanaskan menggunakan bara api degan suhu tertentu. Daya tahan genteng jenis ini sangat kuat. Tuk pemasangan, diperlukan teknik pemasangan kunci / kaitan genteng pada rangka penopang. Selain tampilan alami berwarna oranye kecoklatan hingga merah terakota, Anda juga bisa mewarnai genteng tanah liat. Kini, telah tersedia berbagai macam pilihan warna-warni yang menarik.
Genteng Beton Duco
2. Atap Ijuk 
Atap ijuk merupakan jenis atap yang dibuat dari bahan tanaman aren yang tumbuh diantara pelepahnya.
Kelebihan: Dapat memberikan kesan alami dan kesejukan
Kekurangan: Sulit dalam penggantian dan rawan bocor saat hujan.
Ijuk merupakan serat alam yang istimewa, berupa serabut berwarna hitam dan liat, yang terdapat pada bagian pangkal dan pelepah daun Pohon Aren. Ijuk memiliki sifat lentur dan tidak mudah rapuh. 

3. Atap Rumbia 
Atap rumbia merupakan jenis atap yang dibuat dari bahan daun yang ditata menjadi sebuah atap rumah.
Kelebihan: Atap rumbia dapat memberikan kesan alami dan tradisional, biaya murah, bobotnya ringan.
Kekurangan: Tidak dapat bertahan lama dan rawan bocor.

4. Atap Sirap 
Atap Sirap biasanya dibuat dari bahan kayu besi/kayu ulin tua yang tahan cuaca.
Kelebihan: Setiap lembar sirap memiliki warna, lebar, ketebalan dan potongan yang unik sehingga terlihat alami. Sirap juga membuat rumah terasa sejuk karena tidak menyerap panas dan memberikan sirkulasi udara yang bagus bagi atap.
Kekurangan : Bahan susah didaptkan, harganya mahal, pemasangannya susah, perawatan harus teratur dan telaten.

5. Atap Seng atau metal bergelombang 
Atap Seng atau metal bergelombang merupakan atap yang dibuat dari bahan seng.
Kelebihan: Pemasanganya mudah dan tidak memerlukan rangka atap yang terlalu banyak, Kekurangan: Menimbulkan suara yang berisik disaat hujan turun, dan lebih Panas saat musim panas.

6. Genteng kaca 
Genteng ini dipakai agar sinar matahari dapat masuk ke dalam ruangan secara langsung sehingga menghemat konsumsi listrik untuk penerangan. Material genteng ini terbuat dari kaca. Genteng ini mempunyai bentuk yang terbatas sehingga kompatibel/sesuai dengan beberapa jenis genteng tertentu saja.

Demikian bisa kami jelaskan tentang bahan atap untuk mempercantik rumah Anda, semoga bermanfaat.

Jumat, 20 Februari 2015

Menghitung kebutuhan cat tembok

Pada kesempatan ini kami akan berbagi info tentang bagaimana cara menghitung berapa banyak cat yang dipakai jika Anda ingin mengecat sendiri dinding atau plafond rumah Anda. Sebenarnya hitungannya sederhana saja dan kuncinya sudah ada pada kaleng cat tersebut. Tapi sebagai gambaran mari saya jelaskan.
Cat Dengan Kuas Aplikasi Untuk Nat
Misal Anda punya kamar ukuran 3 x 4 m dan tingginya 3 m. Maka luas dinding yang di cat adalah keliling x tinggi L = (2 x (3 + 4)) x 3) = 42 m2.

Sekarang kita lihat daya sebar cat yang Anda beli, saya ambil contoh cat Merk Vinilex seperti gambar memiliki daya sebar 10-12 m2 per kg. Itu artinya 1 kg cat tersebut mampu menyebar seluas rata-rata 11 m2 tapi ini ingat cuma satu lapis sedangkan kalau cat tembok biar bagus itu perlu 3 (tiga) lapis. Jadi daya sebarnya kita bagi lagi yakni 11 : 3 = 3.67 m2 /kg finish. Nilai 3.67 m2 /kg kita sebut luasan per kg.

Sekarang kita hitung kebutuhan catnya.
Kebutuhan Cat = Luas Dinding : Luasan per kg 
= 42 m2 : 3.67 kg/m2 
= 11.44 kg
Bonus biar segerrr
Jadi untuk mengecat dinding kamar Anda tersebut, Anda membutuhkan 11,44 Kg Cat. Bagaimana dengan belinya? Perlu dicatat bahwa ukuran kaleng cat itu ada 1 kg, ada 1 galon yang isinya 5 kg, ada 1 pail yang isinya 25 kg. Nah sekarang hematnya bagaimana? Kalau kebutuhannya 11.44 kg maka mending beli 3 galon cat. Karena kalo memakai hitungan 1 kg akan beli banyak dan lebih mahal. Kalau beli 2 galon dan 2 kg juga bisa tapi antisipasi kalau suatusaat perlu biar tidak beli lagi. Menurut hemat saya mending beli 3 galon hehehe.

Cara menghitung luas dinding yang akan di cat di atas masih kasar, karena belum dikurangi dengan lubang pada dinding seperti : pintu, jendela, lubang angin dsb. Sekian dulu informasi ini semoga ini bisa bermanfaat.

Aneka Macam Tangga dan Jenis-Jenis Desainnya

Disini saya akan berbagi tentang jenis tangga dan beberapa macam desainnya. Di dalam perencanaan suatu desain yang perlu diperhatikan adalah beberapa jenis tangga yang cocok untuk desain yang akan dipakai dalam rumah yang akan anda bangun. Tidak semua tangga cocok untuk desain rumah. Maka dari itu saya akan membagikan beberapa jenis tangga yang saya temukan.

1. Tangga Berbelok Arah - Model L
Disebut dengan Tangga Model L karena tangga ini berbentuk seperti huruf L yang pada bagian tertentu berbelok arah.Tangga Jenis ini banyak digunakan pada hunian minimalis modern karena hemat tempat dan pas.

2. Tangga Berbalik Arah - Model U 
Tangga paling umum digunakan oleh masyarakat kekinian. Hampir sama dengan tangga model L, hanya saja tangga model ini pada ketinggian tertentu tidak hanya berbelok arah tapi berbalik arah dari arah datang. Tidak terlalu membutuhkan ruang seluas tangga model I ataupun U. Sangat umum digunakan di unit-unit perumahan yang rata-rata tidak terlalu luas. Ruang bawah tangga lebih luas dibandingkan dengan model I dan L, bahkan bisa digunakan untuk kamar mandi atau gudang.




3. Tangga Putar - Model Spiral 
Tak memiliki lahan yang luas untuk menempatkan tangga? Gunakan tangga putar. Tangga putar ini kadang ada yang menyebutnya tangga spiral.Tangga ini adalah tangga yang paling hemat tempat. Biasanya hanya membutuhkan area tidak lebih dari 1,5mx1,5m. Sering digunakan sebagai tangga menuju loteng atau tempat jemuran. Penempatannya kadang-kadang di luar ruangan. Bahan material pembuat tangga ini biasanya dari besi karena relatif mudah untuk dibuat melengkung atau spiral. Lebar rata-rata anak tangga horizontal adalah 60 cm. sedang tinggi injakan anak tangga biasanya lebih tinggi dari tangga lain yaitu rata-rata 25 cm. Hanya untuk dilewati satu orang. Tangga ini lebih menekankan fungsi dari pada keindahan meskipun ada juga yang membuatnya tampil menarik.



Demikian sedikit penjelasan tentang jenis-jenis tangga. Untuk lebih lengkap Anda bisa membeli buku-buku Ide Desain tangga yang lebih menarik dan kreatif. Semoga artikel ini bermanfaat.

Selasa, 17 Februari 2015

Cara singkat membuat garis dinding di AutoCad

Kali ini kami akan berbagi tips mengenai Garis Dinding di program menggambar AutoCad. Dimana kalau digambar secara manual yakni dengan menggunakan tool "Offset" maka akan sangat lama. nah berikut ada cara cepatnya dengan tool Multiline Style dengan langkah-langkah yang sangat simple. Multiline Style berfungsi untuk membuat garis dinding pada gambar denah arsitektur pada Autocad. 

Dalam penggambaran detail maka garis dinding terdiri dari pasangan bata dan pasangan plesteran dinding, sehingga jika digambar akan terdiri dari 4 garis. Untuk dinding dengan pasangan setengah bata maka tebal dinding sekitar 12 cm, jika ditambah plesteran kiri dan kanan dengan tebal masing-masing 1,5 cm maka tebal dinding termasuk plesteran adalah sekitar 15 cm. 

Berikut langkah-langkahnya : 
1. Klik Format, Mutiline Style, maka akan muncul dialog box (gambar 1). Pada kondisi awal sudah setingan multiline standart yang terdiri dari 2 garis saja, untuk membuat baru klik new, misal kita beri nama dinding tembok lalu tekan continue, maka akan muncul dialog box (gambar 2). 
Gambar 1
2. Kemudian pada tab elements klik add 2 kali sehingga terbentuk 4 layer garis. Kita ubah offset masing-masing layer, sesuai dengan multiline yang akan kita buat (catatan : satuan dalam meter). Berturut-turut dari layer paling atas kita ubah nilai offset : 0.075 tekan tab, ketik 0.06 tekan tab, ketik – 0.06 tekan tab, ketik – 0.075 tekan enter. Lalu tekan OK, jangan lupa pada pada multiline styles klik style dinding lalu klik set current lalu tekan OK. Nah selanjutnya tinggal digunakan saja. 
Gambar 2
3. Untuk menggunakan fungsi ini, klik Draw, Multiline Style. Kemudian ketik "J" terus enter lalu ketik "Z" terus enter lagi kemudian klik dimana titik mulai Anda menggambar sampai klik titik akhir Anda menggambar lalu tekan Enter/Esc. Maksud mengetik "J" dan "Z" itu adalah menentukan posisi titik as dari gambar tembok, Z = Zero (pas ditengah-tengah). 

4. Selanjutnya Anda tinggal memanggil dari Draw trus Multiline Style. Atau cara singkatnya lagi, ketik "ML" lalu enter. Jadi dehhh 

Jadi Deh
Terakhir, mungkin para senior sudah banyak tau cara ini tapi saya tau rasanya dulu saat tidak tahu hehehe. Semoga bermanfaat sob.

Sumber : praktek sendiri dan disini

Aplikasi semen NAT keramik dinding dan lantai

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas pekerjaan aplikasi nat keramik. Pekerjaan mengisi nat keramik kelihatannya memang sepele, namun hal ini juga salah satu pekerjaan yang menentukan keindahan dan kerapian pasangan keramik. Dan mengisi nat merupakan satu rangkaian dengan pekerjaan pemasangan keramik, baik keramik lantai maupun keramik dinding. Menurut saya percuma saja jika hasil pemasangan keramik dengan nat yang kecil dan rapi, nat-nya tidak bersih dan tidak rapi atau blepotan. Terkecuali granit dan marmer, memiliki cara tersendiri untuk mengisi nat.
Nah berikut kami infokan bagaimana cara aplikasi nat keramik yang kami terapkan di proyek
Persiapkan Alat dan Bahan
1. Siapkan alat seperti spoon, potongan sandal karet, mangkok atau ember kecil atau apapun sebagai tempat adukan semen nat, kain lap, dan kapi.
2. Bahan yang disiapkan yaitu semen pengisi Nat yang sudah dipilih warnanya sesuai dengan warna keramik. Kami sarankan jangan memakai warna nat yang warna putih karena kalo kotor akan berwarna hitam sehingga tidak rapi, mending warnanya hitam sekalian jadi kotornya terselubung. Untuk merk, kami memakai semen Nat merk AM (bukan promosi)
  
Proses Aplikasi
1. Buka semen nat dan tuangkan ke tempat yang sudah disediakan, kami memakai tutup cat ukuran 1 pail sehingga mengaduk dan mengambilnya gampang. Campur dengan sedikit air dan diaduk rata, jangan sampai terlalu encer.
2. Aplikasikan dengan mengoleskan secara melintang dan sejajar mengikuti nat keramik. Lakukan beberapa kali pada satu tempat agar adonan nat benar-benar masuk ke sela-sela antar keramik. Untuk bagian-bagian yang tidak memungkinkan memakai karet sendal, bisa pake tangan dengan mengoleskan di bagian tersebut.

 


3. Setelah semua bagian nat terisi semen nat, tunggu beberapa saat lalu dibersihkan. Pembersihannya bisa menggunakan spoon atau kain. Lakukan perlahan-lahan hingga semua tepian-tepian nat keramik bersih dari semen nat

4. Tinggalkan dulu satu hari hingga semen nat mengering selanjutnya keramik dibersihkan total dengan cairan HCL.

Semoga sharing diatas bermanfaat, kalau ada perbaikan silahkan disharing di kolom komentar dibawah ini.

Minggu, 15 Februari 2015

Lakukan ini saat 'ngoplos' warna cat (Penting)

Kali ini kami akan sharing pengalaman tentang hal yang perlu diperhatikan saat Anda mau membeli cat terutama warna cat oplosan atau warnanya harus nyampur dulu. Nyampur warna ini dilakukan disaat kita memilih warna cat diluar warna ready di katalog cat.

Berdasarkan pengalaman kami, jika Anda memilih nyampur warna ada beberapa hal yang harus dilakukan:

1. Pilihlah warna yang bahan dasar campurannya tersedia banyak di tokonya. maksudnya begini, setiap nyampur cat, mereka memakai cat dasar warna putih itu biasanya ada kode Base A dan B. Sebaiknya cek dulu, tanya dulu apa cadangan base nya banyak. Ini dilakukan untuk mengantisipasi disaat kita kekurangan cat dan mau nyampur lagi, tapi basenya habis dan musti nunggu order, rugi deh waktu kita.
Katalog Cat Banyak Opsi Warna
2. Saat sudah mencampur, untuk campuran cat 1 galon atau 5 kg sebaiknya minta tokonya mencampur dengan mesin sebanyak dua kali agar campurannya merata. Khusus untuk campuran 1 pail cat atau 25 kg Anda harus meminta tokonya mencampur 2 kali tapi dengan mesin pencampur bawaan merek catnya dan memakai bor yang ada gagangan khusus untuk mengaduk catnya. Hal tersebut sangat penting mengingat saya punya pengalaman dimana membeli 2 pail cat nyampur setelah itu saya beli lagi ternyata warnanya gak sama, lebih muda lagi sedikit. Rugi deh saya di proyek 1 pail. Antisipasi kalau tokonya tidak mau mengaduk manual, sebaiknya cat campuran sebelum dipakai diaduk lagi  di proyek.

Dengan Mesin dan Manual
(Maaf bukan berpromosi, tapi kebetulan fotonya make Cat Catylac)

 
Ini Videonya

3. Yang terakhir, selalu catat kode cat yang Anda pesan. Walopun pihak toko mencatat, Anda mungkin tidak berbelanja di toko itu sehingga tidak bingung lagi mencari-cari kode cat tersebut.

Demikian yang bisa kami infokan, semoga bermanfaat.

Kamis, 12 Februari 2015

Analisa memilih batako atau bata merah sebagai penutup dinding rumah

Batako VS Bata Merah
Halo sobat, kali ini kami akan mengulas tentang salah satu pilihan komponen bangunan yang kadangkala membuat bingung penggunanya. Salah satu komponen bangunan yang vital adalah tembok sebagai barier antara satu ruangan dengan ruangan lainnya. Untuk membuatnya tentu ada banyak cara yaitu batako, bata merah, bata ringan, partisi dsb. Nah disini kami akan memfokuskan pembahasan antara batako dan bata merah. Untuk yang lainnya nanti akan menyusul hehehe.

Pertama mari kita bahas dulu penjelasan masing-masing bahan bangunan ini.

Batako 
Batako adalah salah satu material dinding yang umumnya dibuat dari campuran semen dan pasir kasar yang dicetak padat atau dipress. Terdapat dua jenis batako yang beredar di toko-toko yaitu batako lubang dan batako buntu tentu saja harganya berbeda. Ukuran batako pun bervariasi dengan panjang 36 - 40 cm, lebar 9 - 10 cm dan tinggi 15 - 18 cm. Nah ukuran yang bervariasi ini harus dicermati agar kita gak tertipu dengan harga dan rugi kuantitas. Misalnya nih saya pernah mengalaminya, pertama saya biasanya membeli batako buntu ukuran besar 9x18x38 cm dengan harga 2300/biji dan dalam 1 m2 luas dinding itu menghabiskan 14 batako. Nah terus di proyek yang lokasinya berbeda saya nanya harga dan harganya masih sama 2300/biji (Denpasar 2013) dan langsung saya pesan. Setelah dipasang ternyata kurang, ciaaahhhh akhirnya saya pelajari ternyata ukuran batakonya lebih kecil kalo gak salah itu 9x15x37 cm dan menghabiskan 16 batako/m2. Jadi ternyata dibalik harga yang sama, saya rugi Rp 4600/m2 wadoooooo. Nah itu pengalaman buat yang belum tau aja, mungkin temen-temen saya yang sudah senior udah pada tau saya musti lebih belajar lagi ke mereka. 
Batako
Bata Merah
Bata merah merupakan salah satu bahan material sebagai bahan pembuat dinding. bata merah terbuat dari tanah liat yang dibakar sampai berwarna kemerah-merahan. Ukuran bata merah pun bervariasi disetiap daerah. Umumnya ditempat saya ukurannya panjang 21 cm, lebarnya 9 cm dan tebalnya 4,5 cm. Secara hitungan teknis per 1 m2 dinding memerlukan 67 buah bata dan mungkin akan berbeda lagi sedikit aplikasi dilapangannya tergantung dari ketebalan spesi/luluh yang dipake dilapangan. Kalo berdasarkan pengalaman saya dilapangan kisaran 64 - 67 biji /m2.
Bata Merah


Berikutnya mari kita jabarkan keunggulan dari masing-masing bahan tersebut:

Keunggulan batako:
1. Ukuran lebih besar sehingga mempercepat pemasangan.
2. Pemasangan bisa lebih rapi.
3. Lebih ringan dari bata merah dalam jumlah m2 yang sama.
4. Tidak perlu direndam air sebelum pemasangan yang kembali memepercepat pemasangan.

Keunggulan bata merah:
1. Lebih kuat daripada batako.
2. Tahan api karena pembuatannya melalui pembakaran di tungku.
3. Mudah dan hemat jika membuat bidang-bidang kecil.
4. Karena ukurannya kecil, pengangkutannya jadi lebih mudah.

Selanjutnya mari kita uraikan kekurangan bahan-bahan ini:

Kekurangan batako:
1. Kekuatannya kalah daripada bata merah karena bisa jadi dipenjual memakai campuran hemat agar     biaya sedikit dikeluarkan. Dan sering terjadi kalau batako dijatuhkan akan pecah. Tapi tidak semua     seperti itu, cuma oknum-oknum saja boss.
2. Tidak tahan panas dan kurang baik dalam meredam suara.
3. Memperbesar peluang retak rambut pada dinding.

Kekurangan bata merah:
1. Ukurannya lebih kecil sehingga membutuhkan jumlah yang lebih banyak dan jatuhnya lebih mahal     dari batako.
2. Waktu pemasangan lebih lama karena lebih kecil dan banyak.

Kelebihan dan kekurangan yang saya sebutkan diatas akan menjadi dasar pertimbangan dari pemilihan bahan yang disesuaikan dengan kondisi si pemakai. Dan secara garis besar akan dibagi dalam dua pertimbangan yaitu mengejar biaya atau kualitas? Mari kita analisa berdasarkan kondisi tersebut.

Jika pemilik rumah mengejar biaya 
Hal ini biasanya menjadi pertimbangan oleh pemilik yang memiliki dana yang kurang. Banyak juga saya lihat hal ini di proyek-proyek perumahan yang dikembangkan oleh developer yang hanya mengejar keuntungan semata, maaf bukan menjelekkan tapi memang ada saya lihat tapi tidak semua yaa hehehe. Nah jika pemilik mengejar hemat biaya maka tentunya yang dipilih adalah batako. Tentu saja disebabkan karena harga batako per m2 nya akan jatuh lebih murah daripada bata merah. Penggunaan spesi juga akan lebih sedikit dan tentu saja ongkos pasangnya jadi lebih murah karena bisa cepat dalam pemasangan.

Perhitungan harganyua seperti ini sederhananya.
1 m2 batako perlu 14 buah x 2300 = Rp 32.200,-
1 m2 bata merah perlu 67 buah x 750 = Rp 50.250,-
jadi Anda bisa menghemat Rp 18.050,- /m2 belum lagi lebih hemat di pasir dan semen dimana anggaran itu bisa dialihkan untuk pengadaan bahan yang lainnya.

Jika pemilik menggunakan pilihan batako tentunya kekuranganya harus diantisipasi. Menurut saya nih jika masalahnya di kekuatan yang mempengaruhi struktur maka menurut saya ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena sepengetahuan saya dalam perencanaan struktur terutama bangunan diatas dua lantai, kekuatan balok atau kolom sudah diperhitungkan tanpa ada bantuan penyangga berupa dinding pengisi. Tapi sebenarnya untuk menghemat struktur sebenarnya masih bisa dianalisa jika dinding dimasukkan sebagai bantuan perkuatan struktur. Tapi menurut saya itu tidak perlu karena harus diantisipasi jika nantinya suatu saat temboknya mau dibongkar entah keperluan perluasan area dan sebagainya sehingga kekuatan struktur yang didesain tetap tidak berubah.

Untuk masalah rentak rambut menurut saya ini bisa diantisipasi dengan mengikuti aturan acian dinding setelah plesteran berumur 4 hari dan mungkin harus dilebihkan agar plesteran benar-benar kering sehingga tidak ada pecah-pecah lagi akibat penyerapan air plesteran oleh batako. saya rasa hal ini akan mengurangi retak-retak rambutnya.

Nah untuk kekurangan berupa tidak tahan api itu ya antisipasi aja jangan sampai ada kebakaran heheheh. Untuk suara, ya pakai peredam suara atau diruangan dimaksimalkan posisi dan penempatan jendela sehingga tidak ada gem dalam ruangan.

Jika pemilik rumah mengejar kualitas
Bagi pemilik yang mempunyai uang lebih dan sangat serius akan kualitas, saya sarankan untuk tidak ragu memilih bata merah. Karena sudah dijelaskan dalam keunggulan bata merah, yaitu lebih kuat, lebih tanah panas dan lebih bisa meredam suara.  Disamping itu kalau menurut saya pemasangan bata merah bisa lebih dikreasikan seperti tanpa difinish/unfinish sehingga rumah terkesan alami dan artistik hehhehe.
Bata Unfinish
Nah segitu aja pembahasan dari kami. Ini murni analisa berdasarkan pengalaman di lapangan dan membaca literatur di om google. Jika ada yang salah mohon dikoreksi. Jika sobat sekalian ada tambahan penjelasan monggo dishare di komentar dibawah ini.

Akhir kata semoga artikel ini bisa bermanfaat.
Suksma.

Senin, 09 Februari 2015

Analisis Keramik lantai meledak atau mengembung atau popping dan cara memperbaikinya.

Kali ini kami akan membahas salah satu permasalahan bangunan yang mungkin Anda pernah mengalaminya. Popping atau kondisi dimana keramik lantai mengembung atau pecah atau meledak sering terjadi pada rumah berlantaikan keramik. Kali ini kami akan membahas salah satu projec kami dimana kami diinstuksikan untuk memperbaiki masalah popping ini di salah satu cabang bank swasta di denpasar. Sebelum di teknis kerja, mari kita coba analisa kenapa masalah ini bisa terjadi.

Pertama mari kita lihat kondisi lokasi msalahnya. Popping ini terjadi di lantai 2 sebuah gedung perbankkan. Ruangan ber AC, ada jendela kaca yang selalu tertututp korden. Areal popping ini di belakang counter Teller. Tidak ada barang-barang berat yang lalu lalang. 

Kedua mari kita analisa dari awal, faktor-faktor apa saja yang memungkinkan menyebabkan terjadinya popping ini. Dari beberapa literatur yang saya baca, berikut adalah hal-hal yang mungkin menjadi penyebabnya:

1. Semen sebagai perekat keramik tak dapat berfungsi dengan baik. Bisa jadi karena kualitas adukan semen dan pasir tersebut memang kurang bagus atau tidak seimbang perbandingannya hingga tak dapat mereka pada permukaan semen dan permukaan lantai kerja yakni dag beton (karena ini lantai 2). Dari analisa di lapangan saya cenderung mendapat jawaban karena hal ini, itu karena saat keramik yang pecah kami bongkar dan saya coba pukul-pukul bekas spesinya terdengar suara kosong yang menandakan ada celah diantara spesi dan dag betonnya. hak tersebut menandakan campuran spesi nya tidak berfungsi dengan baik. pada kondisi ini kami tidak bisa mengatasi dengan membongkar semua lapisan spesinya karena memperhitungkan bagian yang terdengar kosong cuma di 1 keramik dan akan membutuhkan waktu yang lebih lama dimana kami dituntut kerja cepat karena banknya tutup jam 6 sore sedangkan kami baru bisa masuk jam 4 sore jadi waktu kami terbatas.

2. Pada saat sebelum pemasangan, keramik tidak direndam terlebih dahulu di dalam air. Semestinya kesalahan ini tidak mungkin terjadi karena bangunan ini untuk perusahaan swasta yang notabene pengawasannya pasti ketat.

3. Lantai keramik tersebut memikul beban yang berlebih. Biasanya terjadi pada ruangan yang difungsikan sebagai gudang, bengkel dan lain-lain. Dan ini juga tidak mungkin, karena di lokasi pecahnya tidak ada barang yang terlalu berat paling berat cuma mesin penghitung uang dan sy sempat menggesernya dan sepertinya tidak akan menyebabkan keretakan itu.

4. Bagian nat tidak seluruhnya terisi oleh semen. Saya amati bagian nat keramiknya saya rasa tidak ada masalah.

5. Pemuaian karena kondisi cuaca yang berubah dari cuaca dingin ke cuaca panas. mengingat lokasi pupping berada dalam ruangan berac dan jendelanya selalu ditutup korden, sepertinya kemungkinan kecil kalau deisebabkan karena pemuaian cuaca, pemuaian cuaca akan berpengaruh besar pada keramik outdoor.

Nah dari analisis faktor-faktor penyebab pupping diatas, yang paling mendekati penyebab pupping di lokasi kerja kami adalah yang no 1. Agar pemasangan keramik bisa mengejar waktu kerja maka kami memakai semen MU 480 dimana memiliki kekuatan rekat yang tinggi dan cepat kering (bukan promosi).


Pertama, satu orang tukang bertugas membongkar keramik yang meledak, sambil mengecek keramik yang lain dengan cara memukul-mukulnya, kalau terdengar suara kosong berarti keramik itu akan segera mengalami popping so kita bongkar aja sekalian. nah satu tukang lagi mempersiapkan adukan semen MU 480. Buat campurannya tidak terlalu encer tapi tidak terlalu kental.


Kedua, setelah bongkaran selesai, satu orang langsung menurunkan bekas keramik dan membuangnya, tukang yang lain mulai memasang keramiknya, kami tidak merendam keramiknya karena dilokasi tidak memungkinkan tapi karena kami memakai semen MU480, faktor tanpa perendaman tidak akan menjadi masalah.



Ketiga, karena semen MU480 ini cepat kering maka kami bisa langsung mengisi nat keramiknya tp dengan semen MU480 juga biar nyambung dan kebetulan nat yang lain warnanya warna semen.


Done 

Keempat, kami selalu menjaga kebersihan tempat kerja, jadi setelah selesai dikerjakan kami langsung bersih-bersih. Setelah beres kami melapor bahwa pekerjaan selesai dan pulang.

Kami yakin dengan cara kerja kami menangani masalah popping ini karena kerjaan yang sama sebelumnya sudah berumur tiga tahun tetapi tidak terjadi masalah popping lagi. "It's Work" heheeh.

Demikian sharing yang bisa kami berikan kalau ada yang salah mohon dikoreksi dan Bagi Anda yang punya cara lain yang real telah dipraktekkan silahkan di sharing disini.